Mimpi Jadi Realita
Tato terlihat baru keluar dari rumahnya, dia selalu bangun di sore hari. Ia seorang yang bejat, kegiatannya hanya kumpul – kumpul dengan teman - temannya di pos depan rumahnya. Setiap malam ia minum – minuman khamr. Ia terlihat ketakutan keluar dari rumahnya.Entah kenapa?
Ia bermimpi di jemput oleh malaikat maut. Ia duduk termenung di depan rumahnya, ia berfikir kenapa mimpi itu bisa terjadi? Ia terus merenungi itu, ia terlihat gelisah. Ia memasuki rumahnya kembali.
Di malam hari Ia tampak berkumpul – kumpul dengan teman – temannya. Ia melakukan kegiatannya sehari – hari. Judi, minum – minuman keras sudah menjadi kegiatannya tiap malam. Ia sudah tidak tampak ketakutan lagi, mungkin ia menghiraukan mimpi itu.
Keesokan harinya pada sore hari ia terlihat keluar dari rumahnya, dengan wajah yang ketakutan. Mimpi itu terjadi lagi, mungkin ia di peringatkan oleh Allah SAW. Ia termenung duduk di depan rumahnya. Ia terlihat merenungi mimpinya. Ia bertanya – tanya kepada dirinya, bagaimana mimpi itu terulang lagi?” Masa bodoh, cuma mimpi aja.” Kata Tato
Di malam harinya Tato tetap berada di pos di depan rumahnya. Ia melakukan kegiatan rutinnya itu. Ia sempat berfikir tentang kejadian itu, dan ia menceritakan kepada temannya tentang kejadian itu.” Ah...Cuma mimpi aja di takutin.” Jawab Si Big Bos, panggilannya. ”Tapi Bos ini mimpi yang kedua kalinya?” Kata Tato. ”Yang berapa kalipun tetap aja namanya mimpi” Jawab Si Big Bos. Semua teman – temannya menertawai dia.
Seharian Tato tak tampak lagi keluar dari rumahnya. Di malam harinyapun ia tak terlihat di pos di depan rumahnya. Teman – temanya bertanya kepada Big Bos, ” Kemana Tato Bos? ”Gak tau, coba aja panggil di rumahnya!”Jawab Big Bos. Si Jangkung pergi kerumahnya, Ia memanggil Si Tato. Tidak ada jawaban dari rumah si Tato. Ia langsung masuk kerumahnya, Ia memanggil – manggil Tato. Tetapi tetap tak ada jawaban darinya. Ia masuk ke kamar Tato dan melihat Tato sudah meninggal. Ia meminta tolong kepada teman – temannya. Ketika Big Bos melihat Tato Ia teringat tentang cerita dari Tato. Ia merasa bersalah dan ketakutan. Dan keesokan harinya Big Bos dan teman – temannya tidak tanpak lagi di pos itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar